Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan koperasi simpan pinjam harus melakukan modernisasi. Salah satu caranya dengan penerapan teknologi dan transparansi.
Kata Teten dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (21/2/2020) mengatakan bahwa.
“Modernisasi dan Transparansi Ini Penting Supaya Koperasi Bisa Tumbuh Kembang di Era Digital”
Menurutnya, modernisasi juga sebagai langkah untuk menghadapi persaingan zaman dari financial technology (fintech). “Kalau kita tidak melakukan ini akan ditinggalkan anggota, karena koperasi untuk kegiatan usaha kalau tidak ada keuntungan di sana pasti akan ditinggalkan,” tutur Teten. Selain itu, Menkop dan UKM minta Askopindo untuk turun tangan mengatasi koperasi gagal bayar dan mendorong agar Askopindo mengarahkan program koperasi naik kelas untuk sektor usaha skala besar masuk ke komoditi pangan, maritim dan teknologi.
Mendengar dan mengutip dari apa yang disampaikan oleh Bapak Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki pada bulan Februari 2020 tersebut ,pada acara Monthly Meeting bulan 9 Maret 2021, disampaikan pula oleh Ketua Koperasi Simpan Pinjam Berkat Mandiri Bersatu ( KSP BMB ) ibu Sylvia Kartawijaya, ketua dari sebuah Koperasi SP yang ada di Bandung, kepada semua jajaran pengurus dan juga para anggota, pentingnya membuat KSP BMB bisa dikenal masyarakat luas dan bisa membantu perekonomian kerakyatan untuk melakukan terobosan Branding dan Image dengan membuat Website Aplikasi KSP BMB agar memudahkan cara melakukan pinjaman dan simpanan terhadap KSP BMB.
Hal tersebut diamini oleh semua jajaran pengurus serta seluruh anggota dan juga karyawan yang hadir dalam Meeting tersebut, dan juga penayangan perdana launching Website KSP BMB, yang diakhiri dengan tepuk tangan semua yang hadir melihat Website KSP BMB yang komunikatif serta sederhana namun mudah diingat , sehingga memudahkan masyarakat luas untuk membuka dan melakukan simpanan ataupun pinjaman terhadap KSP BMB.